Sampah merupakan masalah lingkungan yang setiap hari dihadapi oleh umat manusia. Tak terpungkiri, setiap hari kita mengahasilkan 0,68 kg sampah perharinya (tempo.com, 9 Mei 2021). Terbayang kan? Jika jumlah tersebut dikalikan bermilyar-milyar jumlah manusia yang ada di bumi ini? Kalian juga harus tau bahwa tidak semua sampah yang kita hasilkan setiap harinya merupakan sampah yang dapat didaur ulang. Faktanya, sampah yang dapat didaur ulang atau recycle hanya 11,83% dari total 67,8 juta ton sampah di Indonesia pada tahun 2020 (Merdeka.com). Angka tersebut dipastikan bertambah setiap tahunnya, mengingat populasi penduduk yang semakin meningkat. Nah dari angka tersebut dapat kita bayangkan berpuluh-puluh tahun lagi gunung tertinggi di dunia bukan lagi gunung Everest melainkan gunung sampah!
Berbagai gerakan sadar lingkungan dan peduli sampah telah digaungkan oleh berbagai Lembaga dan kelompok masyarakat. Kampanye lingkungan yang massive tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan bijak. Di Ibu Kota Jakarta, masalah sampah sendiri seakan tidak ada habisnya, dari mulai kesadaran penduduk yang minim, hingga industri daur ulang sampah yang belum memadai. Hal ini menyebabkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sebagai tempat pembuangan dan pengolahan sampah terbesar pun kewalahan. TPST dengan luas 110,3 hektar tersebut harus menampung sekitar 7 ton sampah perhari yang kini sudah menumpuk setinggi 40 meter atau setara dengan gedung 16 lantai (kompasiana.com).
Beberapa toko retail, minimarket dan supermarket pun sudah mulai mengurangi sampah plastik, dengan kebijakan merekan berupa tidak lagi menyediakan kantong belanja yang terbuat dari plastik. Hal tersebut ditujukan agar masyarakat yang berbelanja mulai menggunakan kantong belanja yang lebih ramah lingkungan. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat yang berbelanja perlahan mulai beralih dari kantong plastik sekali pakai ke kantong belanja yang dapat digunakan berkali-kali. Beberapa minimarket dan supermarket kini memberikan kantong belanja berupa totebag, goodybag atau paperbag, menggunakan bahan yang ramah lingkungan demi menekan penggunaan plastik sekali pakai. Totebag merupakan tas jinjing multifungsi, berbahan dasar kanvas, blacu atau spunbond yang lebih kuat sehingga dapat digunakan untuk membawa barang belanjaan. Sedangkan paperbag merupakan kantong belanja yang terbuat dari kertas yang merupakan bahan yang mudah terurai oleh tanah jika dibuang. Selain harga yang terjangkau Totebag dan paperbag juga mudah untuk dibawa sehingga lebih efektif digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat kini semakin sadar, sampah plastik memang sudah seharusnya dikurangi, agar lingkungan semakin bersih dan hidup semakin sehat. Dengan adanya aturan dibeberapa daerah tentang penggunaan kantong plastik untuk berbelanja, maka kebijakan tersebut turut serta mengurangi sampah plastik. Di Jabodetabek sendiri, minimarket dan supermarket telah menerapkan aturan bebas kantong plastik saat berbelanja. Hal ini menjadi satu contoh positif, dan diharapkan daerah-daerah yang belum menerapkan kebijakan tentang kantong plastik dapat mengimplementasikan kebijakan tersebut. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat juga seharusnya saling bahu-membahu mengurangi penggunaan plastik, dan beralih ke paperbag, totebag dan goodybag yang lebih ramah lingkungan.
Jika kamu adalah masyarakat yang peduli dengan lingkungan, maka mulailah dengan selalu menggunakan totebag atau goodybag saat berbelanja. Selain dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tampilan kamu akan terlihat lebih trendy dan menarik. Kalau kamu pengen bikin dan custom goodybag atau totebag yang keren, yuk kepoin Royal Star, sampai jumpa di konten selanjutnya guys!
Source : tempo.com, 9 Mei 2021, Merdeka.com, kompasiana.comGambar : detiknews, CNN Indonesia, Online Bekasi, Intisari Online/Grid.id, IDN Times
Add comment