Royal Star, – Anak-anak yang lahir pada tahun 80-an sampai tahun 2000 pasti senang sekali bermain rame-rame, karna pada zaman dahulu permainan itu harus dimainkan rame-rame lo, pada saat itu belum mengenal yang namanya hp, jadi para anak-anak harus memainkan permainan di halaman rumah. Nah disini mimin sudah mengutip 5 permainan zaman dahulu yang sangat sulit dilupakan, karena menemani masa masa anak tahun 80–an sampai 2000. Disimak ya guysss.
1. Kelereng

Kelereng, permainan bola kaca ini adalah adalah salah satu jenis permainan tradisional Indonesia yang populer di tahun 80-an sampai 2000. Kelereng yang juga populer disebut gundu adalah sebuah bola kecil yang dibuat dari tanah liat, marmer atau kaca. Punya warna dan corak dalam yang bervariatif dan cantik, kelereng juga sering dijadikan sebagai barang koleksi oleh pencintanya. Umumnya, kelereng dimainkan oleh anak-anak di lapangan atau lantai yang luas. Caranya bermainnya cukup sederhana, yakni saling mementalkan kelereng lawan hingga keluar garis permainan dengan cara menjentikan kelereng dengan jari.
2. Layang-layang

Ini dia permainan tradisional Indonesia yang popularitasnya bersifat musiman, layang-layang! Ya, layang-layang adalah sebuah mainan yang terbuat dari kertas yang dibentuk dengan kerangka kayu tipis, agar bisa diterbangkan ke udara. Untuk mengontrol arah terbang dan ketinggiannya, layang-layang dikaitkan dengan tali. Bentuknya pun vatiatif. Mulai dari yang berbentuk bangun datar berukuran sedang, sampai yang memiliki tiga dimensi dengan ukuran raksasa. Selain dijadikan sebagai mainan untuk bersenang-senang ataupun perlombaan, layangan juga sering difungsikan di berbagai hal lain. Mulai dari sebagai alat bantu memancing, pelengkap ritual, alat bantu penelitian ilmiah, serta menjadi media energi alternatif.
3. Lompat Karet

Duh, masa kecilmu rasanya nggak lengkap kalau belum pernah bermain lompat karet bareng teman-teman. Meski hanya menggunakan alat sederhana, yakni karet yang kaitkan hingga memanjang, bermain lompat karet butuh keahlian, lho! Dibutuhkan kelenturan dan kegesitan tubuh yang extra untuk melewati tali karet dalam permainan tradisional ini. Tenang, kalau kamu bermain berpasangan dan merasa kurang lihai memainkannya, kamu bisa jadi anak bawang yang bisa selalu dibantu oleh rekanmu. Hayo, kamu salah satu yang jadi anak bawang nggak, nih?
4. Kotak sembilan / engklek

Terakhir, ada engklek. Ada beberapa jenis petak yang biasa digunakan untuk bermain engklek. Mulai dari yang berbentuk huruf L, kincir angin hingga berbentuk gunung. Permainan tradisional anak Indonesia ini bisa kamu mainkan paling sedikit dua orang, atau kamu bisa memainkannya sendiri jika ingin berlatih. Untuk bermain engklek, kamu perlu menggambar garis-garis berbentuk kotak dengan penomoran di dalamnya. Kamu juga memerlukan potongan benda atau koin untuk menandai kotak sasaranmu. Cara bermainnya, pertama lemparkan koin ke kotak yang dengan nomor terkecil lebih dulu. Kemudian, pemain harus melewati petak yang terdapat koin dan melewati petak lainnya dengan satu kaki. Pelempar tidak boleh menginjak koin yang telah dilemparnya. Setelah itu pemain kembali ke garis awal dan mengambil koin tersebut, lalu melanjutkan melempar ke kotak berikutnya.
5. Gasing

Tahu permainan tradisional Indonesia yang satu ini, Bela? Gasing adalah salah satu jenis mainan yang populer di tahun 80-an higga 90-an. Gasing sendiri terbuat dari kayu yang berbentuk oval maupun tabung yang bagian bawahnya diberi besi ataupun kayu kecil sebagai porosnya.
Sumber: www.popbela.com/
Add comment